Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 31, 2009

Ujian Kenaikan Sabuk (Kyu) Karate Ranting Aldiron Grup

41 karateka Inkado Ranting Aldiron Sabtu pagi, 31 Januari 2009, mengikuti ujian kenaikan sabuk (kyu) yang dipimpim langsung Anggota Dewan Guru Inkado M. Gusti di Kantor Aldiron Grup Jakarta. Dari 50 karateka Inkado Ranting Aldiron Grup, dengan pelatih: A. Tamin, Lutfi T. Idris, Sultan dan A. Rauf, 36 Karate sabuk putih, dan lima karateka sabuk hijau, yang mengikuti ujian kenaikan sabuk.

Pelatih Inkado Ranting Aldiron Lutfi T. Idris mengatakan, 50 karateka yang tergabung di ranting Aldiron, merupakan karyawan Aldiron Group, yang berkantor di Jl. Gatot Subroto Pancoran Jakarta (Ex Mabes TNI-AU).

Lutfi berharap, karateka Inkado Ranting Aldiron dengan berlatih secara tekun, serius dan disiplih, bisa mewakili Korda Inkado Jakarta untuk mengikuti pertandingan baik yang dilaksanakan oleh Inkado maupun Forki.

Sementara itu Anggota Dewan Guru Inkado M. Gusti mengatakan, agar karateka yang bergabung di ranting Aldiron ini, berlatih sungguh-sungguh, tekun, punya motifasi, bukan karena penugasan dari atasan. “Olahraga karate ini merupakan olah raga bela diri, yang melatih disiplin, penguasaan diri.” Tegas Gusti.

Lebih lanjut Gusti mengatakan, supaya yang selama ini apa yang dilatih oleh pelatih kepada karateka di Dojo Ranting Aldiron, harus betul-betul dikuasai. Masalahnya kalau dari awal gerakan dasar karatenya sudah salah, akan sulit diprbaiki dikemuadian hari.

“Utamakan melatih diri setiap hari di rumah dengan gerakan Kata, karena disitulah inti, teknik, dan gerakan dasar dalam karate”. Ungkap M. Gusti.

Sabtu, Desember 13, 2008

Kejurda Inkado Junior Sulut Diikuti 246 Karateka

Sabtu, 13 Desember 2008

MANADO-Kejuaraan Daerah Inkado Junior Sulut yang mulai dilangsungkan, Jumat (12/12) kemarin, ternyata mampu menghipnotis para karateka Nyiur Melambai yang bernaung diperguruan tersebut.

Diluar dugaan, prediksi sebelumnya yang hanya sekitar 100-an karateka yang bakal ikut serta, dalam kejurda kali ini ternyata mampu membumbung jauh menjadi 246 karateka. “Saya tak menyangka akan sebanyak ini karateka yang ikut serta. Dengan ini membuktikan bahwa Inkado Sulut termasuk sukses dalam pembinaan di daerah-daerah,” ujar ketua Korda Inkado Sulut Drs Ferdinand Mewengkang MM.

Sebelumnya, Ketua Dewan Guru Inkado, GA Pesik yang juga didaulat untuk membuka kejuaraan mengatakan salut atas Inkado Sulut yang telah menggelar kegiatan turnamen tersebut. Diapun tampaknya memuji kiprah Inkado Sulut yang juga telah mampu mensejajarkan diri dengan perguruan Inkado lain dipentas nasional dengan mampu diperingkat keempat di kejurnas barusan.

“Dalam Kejurnas Inkado lalu di Makassar Sulut mampu meraup 5 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Ini merupakan bukti bahwa pembinaan karate Inkado telah eksis. Saya memuji tangan dingin pak Mewengkang yang telah memajukan perguruan ini,” kata dia. Dia berharap, dengan adanya iven kejurda seperti itu akan semakin mengangkat nama Sulut dipentas nasional mendatang.

Sementara khusus untuk Ujian Dan, Sabtu (13/12) besok, Pesik meminta, agar karateka Sulut mampu menguasai materi karate dan berharap khusus untuk tahun ini semua yang akan ikut ujian bisa lulus. “Tahun 2005 lalu, saya juga diundang untuk mengadakan Ujian Dan. Namun sayang, 60 persen yang ikut ujian ternyata gagal. Untuk kali ini saya berharap semua yang akan ikut bisa lulus. Salah satu bekal untuk mengikutik ujian, hanya satu, yaitu kesiapan diri,” tutur dia.

Kendati acara pembukaan dibuka jam 16.00 wita, namun telah ada beberapa kelas yang telah dipertandingkan sejak pagi kemarin. “Telah dipertandingkan sejak pagi. Untuk besok hari (hari ini, red) akan ada lanjutan pertandingan yang akan dirangkaikan setelahnya dengan Ujian Dan,” kunci June Silangen, Sekretaris Panpel.(jlo)


Sumber: http://www.hariankomentar.com/

Selasa, Oktober 21, 2008

Nur Iswanto, Ketua Baru Inkado Sumsel

Tuesday, 21 October 2008

PALEMBANG - Spirit tinggi di usung Nur Iswanto. Ketua baru Inkado (Indonesia karatedo) Korda II Sumsel, bertekad untuk lebih memajukan prestasi Inkado Sumsel. Tak hanya tingkat nasional, tapi berambisi juga di level international.
“Kami sangat berharap bimbingan ketua lama. Sekaligus terus berkoordinasi untuk bersama-sama memajukan prestasi karate Sumsel. Khususnya Inkado Sumel sendiri,” ungkap Nur Iswanto, usai serah terimah jabatan dari ketua Inkado lama Maramis, di Saiya Sakato tadi malam (20/10).
Nur Iswanto sendiri akan mengemban jabatan barunya, periode 2008 hingga 2013. Kepengurusan baru ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : 022/ kep-Ind/10-2008, tertanggal 17 Oktober 2008.
Kepengurusan lainnya, di antaranya wakil ketua dijabat Mirwan Ramli. Sekretaris Yuniar, serta bendahara dijabat Srikandi. Kepengurusan ini dibantu dua bidang. Yaitu organisasi dan pembinaan. Di samping itu, dibantu pula seksi-seksi, yaitu perwasitan, pertandingan, humas, perlengkapan, dan pembantu umum.
“Prestasi yang telah ada, tentu akan kami tingkatkan lagi. Langkah awal, kami akan melakukan koordinasi. Terutama dengan ranting-ranting Inkado,”pungkas anggota DPRD Sumsel.
Prestasi Inkado Sumsel patut dibanggakan. Diantaranya juara Kejurwil III Sumatera-Jaya di Lampung, 13 hingga 15 Juli 2007. kemudian juara di Mahesa Cup di Jakarta, 9 hingga 11 Mei 2008. Juara Presiden cup 2008. Juara III di PON Sumsel 2004. Serta juara Marinir Cup, di Jakrta 17 hingga 19 Nopember 2006. (mg2)


Sumber: http://sumeks.co.id/

Jumat, September 05, 2008

Inkado Turunkan Karateka Terbaik Kejurnas Piala Kasad IX

02 September 2008
Induk Karate Indonesia Karatedo (Inkado) akan menyiapkan karateka terbaiknya pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Kasad IX yang akan berlangsung di Jakarta Desember mendatang.
Pelatih Induk Indonesia Karatedo Inkado, Muhamad Gusti di serpong Tangerang menjelaskan, pada kejurnas tersebut Inkado akan turun full team. Menyingug tentang target, Muhamad Gusti menambahkan, akan berusaha untuk menjadi yang terbaik.
Menurut Muhamad Gusti, untuk menyiapakan karateka terbaiknya untuk berlaga di Piala Kasad IX/2008, Inkado dalam waktu dekat akan menyelenggarakan seleksi nasional berdasarkan pemantauan hasil Kejuaraan nasional Inkado di Maksar Sulawesi Selatan, awal tahun 2008 lalu.

Selasa, September 02, 2008

INKADO NTT Gelar Gasuku dan UKT

KUPANG, Timex-Meski baru terbentuk di NTT Agustus lalu, salah satu perguruan karate yang bernaung di bawah payung Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) NTT langsung melakukan aksi. Akhir pekan lalu, INKADO Korda NTT melakukan kegiatan Gasuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) baru para karatekanya yang ada di Kupang. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman SMPN 14 Kupang itu berlangsung, Sabtu (30/8) dan Minggu (31/8).

Sekretaris INKADO Korda NTT, Octo Lomi yang juga ketua tim penguji kepada koran ini, Minggu (31/8) mengatakan, untuk kegiatan Gasuku diikuti 106 atlet, dimana 33 karateka adalah atlet perempuan. Sedangkan yang mengikuti UKT berjumlah 93 orang (29 perempuan). Untuk UKT, yang mengikuti ujian kenaikan ke ban Coklat sebanyak 2 orang, Biru (4 orang), Biru ke Kyu IV (1 orang), Hijau (4 orang), Kuning (29 orang) dan Putih (53 orang).

"Kegiatan ini merupakan program INKADO NTT semester pertama tahun 2008. Dalam Ujian ini materi yang diberikan berupa teknik Kihon, Kata/jurus dan komite," beber Octo Lomi.

Dikatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menjalankan program INKADO Pusat serta untuk peningkatan kualifikasi atlet dalam menghadapi berbagai even ke depan. Octo Lomi menyebutkan, kegiatan Gasuku ini melibatkan anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKADO NTT, antara lain Octo Lomi (Dan III) sebagai ketua tim penguji, Beny Yermias (Dan III), Dance Yermias (Dan I), Sebabu (Dan I), Anto E. Yusuf (Dan I), Rony Tenis (Dan I), Teguh (Dan I), dan Leni (Dan I). "Hasil ini baru akan diketahui satu minggu setelah ujian," pungkas Octo Lomi. (aln)
Sumber: Timor Express

Kamis, Agustus 14, 2008

Terbentuk, Korda INKADO NTT

SPORT Kamis, 14 Aug 2008
KUPANG, Timex-Salah satu aliran perguruan karata yang bernaung di bawah payung Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) terbentuk di NTT. Perguruan dimaksud adalah Ikatan Karate-Do Indonesia atau disingkat INKADO.
Terbentuknya INKADO Koordinator Daerah (Korda) NTT ini ditandai dengan telah dibentuknya badan pengurus Korda dengan sususan sebagai berikut, Ketua Umum Korda INKADO NTT, Ir. Simon P. Messah, M.Si, Ketua Harian, Buce M. Lioe, S.IP, SH, Sekretaris Umum, Octo W. Lomi yang merangkap sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) serta Komisi Teknik, Beni Yermias, S.Pd (MSH DAN III).

Pendirian dan terbentuknya susunan kepengurusan INKADO KORDA NTT ini diungkapkan Sekretaris Umum Korda INKADO NTT, Octo W. Lomi kepada koran ini di Kupang kemarin (13/8).
Menurut Octo Lomi, pendirian INKADO di NTT ini sudah melalui prosedur yang berlaku, yakni telah terdaftar di induk organisasi dalam hal ini FORKI.

Selain itu, kata Octo Lomi, jumlah anggota MSH yang terdaftar di INKADO NTT sebanyak 24 orang dengan kualifikasi DAN I - DAN III. "Dengan kualifikasi ini, organisasi INKADO di NTT dapat ditumbuhkembangkan bila ditinjau dari segi teknis maupun penguasaan managemen ditingkat organisasi," kata Octo Lomi.

Octo Lomi menyebutkan, sebagai Korda INKADO NTT, beberapa bakal koordinator cabang (Korcab) juga telah siap mendaftarkan diri, baik yang ada di daratan Timor, Flores, Sumba maupun Lembata. "Sebagai organisasi beladiri baru di NTT, tentunya ada yang berminat untuk bergabung.

Karena itu, bagi yang ingin beralih masuk ke INKADO, dipersilahkan, tentunya dengan membawa persyaratan berupa surat pengunduran diri dari perguruan yang dipeluk sebelumnya, surat permohonan ke INKADO untuk bergabung serta foto copy sertifikat/ijasah sebanyak satu lembar," jelas Octo Lomi.

Octo Lomi mengungkapkan, setelah pendirian organisasi INKADO dan pembentukan pengurus, direncanakan, perguruan ini akan dikukuhkan oleh Koordinator Nasional (Kornas) yang direncanakan berlangsung di Kupang akhir Agustus ini. "Pelantikannya akan dilakukan langsung Ketua Umum Kornas INKADO bapak Ghazapak yang datang bersama Sekjen Kornas Yusanan Arifin (DAN IV) serta Ketua Dewan Guru bapak I Gusti (DAN VIII)," beber Octo Lomi.

Octo Lomi juga menyebutkan, pada saat pengukuhan nanti, akan dilaksanakan juga ujian tingkat DAN dimulai dari ban Coklat Kyu I ke DAN I, DAN I ke DAN II, DAN II ke DAN III, DAN III ke DAN IV. "Untuk ujian DAN ini sudah dipastikan akan ikut 24 orang, terlepas dari mereka yang saat ini memegang ban Coklat Kyu I," pungkas Lomi. (aln)
Sumber: Timor Express Com

Senin, Juli 07, 2008

Inkado Korda Sumut Gelar Turnamen Terbuka

(MEDAN) - Indonesia Karate Do (Inkado) Korda Sumut akan menggelar turnamen karate terbuka pada 26-27 Juli mendatang. Turnamen ini diikuti para karateka Inkado Korda Sumut dan daerah lain seperti NAD, Sumbar, Riau, Daratan dan Kepulauan Riau.

Demikian disampaikan Ketua Binpres Inkado Rawi Khresna SE didampingi Ketua Inkado Korda Sumut Drs Jimmy AB Nikijiwu MM MBA dan Ketua KSH Inkado Prof dr H Bustami Syam di Medan, Sabtu (5/7).

Dijelaskannya, bahwa turnamen tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada atlet Inkado, khususnya Korda Sumut untuk menambah jam tanding.

Sementara itu, Jimmy Nikijuluw yang juga Kepala Administrasi Pelabuhan Utama Belawan (Adpel Belawan) menjelaskan bahwa selesai kegiatan tersebut juga akan digelar ujian kenaikan sabuk hitam (DAN) dan pelantikan pengurus Inkado Korda Sumut periode 2008-2013.

Ujian Kyu
Bustami Syam yang juga guru besar Universitas Sumatera Utara (USU) melaporkan bahwa 22 Juni 2008 lalu mengadakan ujian kenaikan tingkat (Kyu).

Ujian diikuti Dojo Miftahussalam, Dojo Darussalam, Dojo USU, Dojo ATKP, Dojo Cabang Sergai, Dojo Open Stage Lubuk Pakam dan Dojo Suka Jadi. Beberapa dojo lain seperti dojo cabang khusus Yonkav 6/Serbu, Dojo Adpel belawan, Dojo Zipur dan lainnya akan diberikan kesempatan ujian susulan disebabkan kedinasan.

Mengenai adanya sekelompok Inkado lain yang mengadakan kegiatan ujian Kyu, Bustami (DAN V Karate-Do) dan Jimmy (DAN-IV) mengatakan kegiatan itu tidak dikenal Inkado Korda Sumut maupun Dewan Guru Inkado. Karena itu, hasil ujian tersebut tidak sah dan tidak dapat digunakan peserta untuk mengambil ujian DAN.

Inkado Korda Sumut akan tetap memberikan kesempatan kepada karatedo Inkado untuk ujian dengan syarat dilatih pelatih yang telah teregistrasi ulang dan dojo mereka telah didaftar ulang sampai tanggal batas pendaftaran 13 Juli bersamaan latihan KSH di Brastagi. Pendaftaran ulang KSH dimaksudkan untuk mendata potensi pemegang sabuk hitam dan selanjutnya diterbitkan kartu KSH oleh Dewan Guru Inkado.

"Jika setelah tanggal 13 Juli tidak daftar ulang, maka yang bersangkutan bukan anggota KSH Inkado Sumut dan kegiatan yang mengatasnamakan Inkado Korda Sumut dianggap pencemaran nama organisasi, " ujarnya.

Sumber: Waspada Online

Selasa, Juni 17, 2008

INKADO Jawara Wirabuana Cup

MAKASSAR, BKM -- Karateke dari perguruan Indonesia Karate-Do (INKADO) Sulsel berhasil meraih pengumpul medali terbanyak Kejuaraan Karate Wirabuana Cup, di Pakkatto, 13-15 Juni 2008. Ajang diikuti peserta dari unsur AD, AL, AU dan unsur Kepolisian serta masyarakat umum.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka HUT Kodam VII Wrb ini INKADO Sulsel menurunkan karateka muda potensial yang disebar di berbagai cabang dan ranting di wilayah Rindam VII Wrb berhasil menyabet 7 medali emas, 3 perak dan 6 perunggu.
Ajang ini diikuti sekitar 500 karateka dari tujuh perguruan masing-masing Inkado, Gojukai, KKI, Inkanas, Lemkari, Inkai, Wadokai.
Keberhasilan Inkado menjadi pengumpul medali emas terbanyak dan menjuarai Kumite Beregu di kejuaraan yang ditutup oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang juga ketua Forki ini Sulsel.
''Pembinaan atlet dari Korda Inkado Sulsel yang diketuai HA Muallim ini telah berjalan dengan baik dan sukses meraih prestasi gemilang,'' puji Syahrul.
Di PON XVII Kaltim Inkado Sulsel akan mengirim karateka terbaiknya untuk membela Sulsel. Mereka adalahAgus Salim (pelatih), Ismail Aswar kelas 70 kg, Hendro Salim kelas 80 kg, Mulyadi kelas 65 kg dan Sri Huriani kelas 48 kg. (CM1-R6)
Sumber: Berita Kota Makassar

Kamis, Mei 08, 2008

PRESTASI ANAK ASUH JUARA I KEJURDA INKADO SUMBAR

PADANG. Satu lagi anak asuh Rumah Zakat Indonesia Cabang Padang yang berprestasi luar biasa dialah Sri Dewi kartika. Dia adalah anak kedua dari Muhammad Karmin dan Anissa yang sehari- hari bekerja sebagai tukang di bengkel las. Sedangkan ibunya hanya ibu rumahtangga biasa. Keluarga ini tinggal di kontrakan kecil di kecamatan Padang Timur.

Dewi sendiri saat ini masih bersekolah di SMK Kartika Padang kelas dua dan sudah satu tahun lebih Dewi menjadi anak asuh Rumah Zakat Indonesia, “Banyak sekali pengalaman dan materi yang didapat dari pembinaan setiap bulannya oleh kakak mentor,” kenangnya. Uang yang diterima setiap bulan digunakan untuk membiayai sekolah dan mengikuti les tambahan.

Bulan maret lalu tepatnya tanggal 7 - 9 Maret 2008 tengah berlangsung Kejuaraan Daerah ( KEJURDA ) INKADO XII di GOR H. Agus Salim yang dibuka oleh Bapak walikota Padang Fauzi Bahar M.Si. Acara yang diadakan oleh INKADO Sumatera Barat ini merupakan kejuaraan tingkat Sumatra dengan dihadiri oleh 600 lebih peserta dari seluruh propinsi diseluruh Pulau Sumatra.

Saat itu Dewi mengikuti kejuaran tersebut dan dari 40-an peserta yang mengikuti pertandingan dalam kelas ini Dewi meraih sebuah penghargaan yang cukup gemilang yaitu juara pertama dalam komite perorangan putri kelas Yunior (16-17 tahun) 48 Kg. Luar Biasa, Selain mendapatkan penghargaan dari INKADO, Dewi juga mendapatkan medali, tropi, serta sertifikat bahkan dipromosikan dalam event yang akan datang di tingkat Nasional.

Newsroom/Andre Marga Resdian Padang

Sumber: http://www.rumahzakat.org/


Jumat, April 04, 2008

Kontingen Inkado Korda Papua Barat Temui Pemda

Manokwari - Sukses memboyong 11 medali, kontingen Karateka Inkado yang terjun di Kejurnas Makassar akhir bulan lalu, akhirnya datang menemui pemda. Di Sasana Karya, Jumat (4/4) mereka melaporkan keikut sertaannya pada iven tersebut. Dalam laporan ketua panitia yang dibacakan Lazarus Indow terungkap jika dalam Kejurnas sejak 21-23 Maret itu, Manokwari mengikut sertakan 25 atlet. Mereka terjun di beberapa cabang. Satu-satunya emas yang berhasil diraih, disumbangkan Maria Safika Putri yang bertanding di kelas 60 Kg.
Kelas beregu, kontingen ini berhasil meraih peringkat tiga besar di bawah Sulawesi dan DKI Jakarta. Tercatat pula dua atlet yang mengikuti ujian kenaikan dan kemudian berhasil mendapat predikat baik. Sementara tiga karateka yang mengikuti ujian kenaikan Ban, juga berhasil meraih predikat baik.
Lazarus berharap, pemda mendukung iven yang sama Mei nanti. Agar bakat dan potensi yang dimiliki karateka daerah ini dapat terus ditingkatkan. Bupati yang diwakili Asisten II Nimbrod Kambu BA berterimakasih bagi prestasi yang dibawa kontingen ini pulang. Mereka telah berhasil menancapkan nama Manokwari di tingkat Nasional dengan meraih peringkat tiga besar.
“Ini prestasi yang bagus dan harus ditingkatkan karena nama kita sudah mulai masuk ke jajaran Nasional bersama daerah unggulan lainnya,” jelas Nimbrod dalam sambutannya.
Tapi ia berpesan atlet yang berhasil meraih medali, jangan merasa puas. “Teruslah berlatih agar meraih hasil yang lebih bagus dalam iven-iven mendatang, baik daerah maupun nasional,” pintanya. (bsr)
Sumber: Cahaya Papua

Kamis, Maret 27, 2008

Kejurnas Inkado, Sumbar Raih Emas

Walau berhasil meraih satu emas pada Kejurnas Institut Karate-Do Indonesia (Inkado) di Makasar Sulawesi Selatan dan menempati urutan ke-12, ternyata Pengda Inkado Sumbar berhasil menempati urutan ke-3 ditingkat Sumbar.
Satu emas untuk Inkado Sumbar tersebut berhasil diraih Andri Fadlin yang turun pada kata perorangan usia dini, di final, karateka berbakat Inkado Sumbar ini berhasil menumbangkan Iskandar Muda (Sulsel) dengan skor 4 - 1. Juara umum dalam Kejurnas Inkado ini ditempati Inkado Sulawesi Selatan (20-15-32), disusul Kalimantan Timur (8 - 10 - 8) dan DKI Jakarta (5 - 7 - 2).

“Untuk Sumatera kita mampu menduduki posisi ketiga. Posisi pertama di Sumatera ditempati Sumatera Utara (2 - 2 -3) dan posisi kedua diduduki Lampung (2 - 0 - 3).Secara teknik para karateka tidak kalah dengan daerah lain. Cuma kita kalah pengalaman,” ujar Ketua Umum Inkado Sumbar Deddy SH didampingi Sekum Sahurman kepada POSMETRO kemarin. Kejurnas ini juga diisi dengan acara penyerahan penghargaan DAN V kepada Menpora dan DAN IV kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Sisno Ajiwinoto, Dan Rindam Sulsel Kolomel Inf Robert R Lukmen Pow.

Bonus Khusus

Keberhasilan Andri Fadlin Rivai meraih satu emas pada Kejurnas ini mendapat berkah tersendiri bagi karateka masa depan Sumbar ini. Betapa tidak, Inkado Sumbar berencana akan memberikan bonus khusus kepada Andri Fadlin Rivai. “Untuk memberi memotivasi kepada karateka lainnya, kami berencana akan menyediakan bonus kepada Andri Fadlin Rivai.

Bonus ini tidak untuk merusak mental Andri, namun untuk memotivasinya agar latihan lebih keras lagi dan memberi penghargaan karena dia sudah mampu mengharumkan nama Inkado Sumbar di nasional.” ungkap Deddy. Kejurnas ini juga memberikah berkah tersendiri bagi Inkado Sumbar, pasalnya, tiga karateka senior mereka yakni Jasman, Alfira dan Sahurman dipercaya menjadi wasit dan juri.”Kita juga cukup bangga dengan dipercayanya tiga karateka senior tersebut untuk menjadi wasit nasional,” terangnya. (can)
Sumber: Pos Metro Padang

Minggu, Maret 23, 2008

Sulsel Juara Umum Kejurnas Inkado

Laporan: Aswan Ahmad/Taufiq Nadsir, tribuntimurcom@yahoo.com
Makassar, Tribun -- Tuan rumah Sulsel berhasil memenuhi ambisinya menjadi yang terbaik pada kejuaraan nasional Indonesia Karate Do (Inkado) 2008. Pada akhir penyelengaraan yang digelar di GOR Sudiang, Minggu (23/3), Sulsel keluar sebagai juara umum Perolehan medali Sulsel, ema (20), perak (14), dan perunggu (32). Sementara di posisi kedua ditempati Tim Kalimantan Timur dengan perolehan medali emas (8), perak (10), perunggu (9) disusul DKI Jakarta, emas (5), perak (7), dan perunggu (2).
Medali emas terakhir Sulsel dipersembahkan oleh mantan atlet Sea Games Thailand 2007, Hendro Salim, pada pertandingan best of the best. Sekretaris Provinsi Sulsel, Muallim, berharap prestasi yang diraih atlet Sulsel bisa dipertahankan.
"Kejurnas ini sangat bergengsi dan berjalan sukses. Sulsel tidak hanya berhasil sebagai tuan rumah tapi juga dalam prestasinya," kata Muallim yang juga Ketua Kordinator Daerah Indonesia Karate-do (Korda Inkado) Sulsel ini saat menutup acara.
Ketua Panitia, Saggaf Saleh, mengatakan, kejuaraan ini diikuti 58 korda/cabang/rantin se- Indonesia. Sementara kategori yang dipertandingkan masing-masing pra pemula (usia dini) usia 9-11 tahun, pemula(12-13 tahun), kadet (14-15 tahun), yunior (16-17 tahun), dan senior (18 tahun ke atas).
Pada acara penutupan turut hadir dan menyerahkan hadiah instri pendiri Inkado, Ny Baud Adi Kusuma. Kegiatan ini diikuti 1033 atlet dari seluruh Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Timur

Sabtu, Maret 22, 2008

Inkado Siap Jadi Penyumbang Karateka Berprestasi

JAKARTA--MI: Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Karate-do (Inkado) Yorrys Raweyai menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap untuk menjadi penyumbang karateka berprestasi untuk mewakili bangsa di berbagai turnamen internasional.

"Inkado sudah memulai proses pembibitan sejak usia 12 tahun dan saat ini memiliki setidaknya 800 orang atlet dan tidak ada kekhawatiran kekurangan bibit-bibit atlet berprestasi," kata Yorrys di Kejurnas Inkado 2008 di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/3). Kejurnas yang diikuti 1.033 karateka dari 21 daerah itu dibuka secara resmi oleh Menpora Adhyaksa Dault.

Menurut Yorrys, yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar itu, kejuaraan nasional yang mempertandingkan seluruh kelompok umur tersebut digelar secara teratur untuk melihat sejauh mana prestasi yang telah dicapai karateka dari Inkado.

"Hasilnya sudah terlihat di SEA Games 2007 lalu ketika Ismail Anwar yang berasal dari Inkado berhasil meraih medali emas," kata Yorrys yang juga mantan Ketua Umum Pemuda Pancasila itu.

Selain Ismail Anwar, salah satu dari trio kata yang merebut emas di SEA Games 2007, menurut Yorrys, juga berasal dari Inkado. yaitu Faisal Zainuddin.

Sementara itu Menpora Adhyaksa Dault mengatakan, ia mengharapkan wasit karateka Indonesia memperkuat lobi di percaturan internasional agar karateka Indonesia tidak dirugikan dalam berbagai turnamen, "Karateka adalah cabang olahraga yang tidak terukur sehingga sangat tergantung kepada keputusan wasit. Kalau wasit Indonesia tidak punya kemampuan lobi, maka atlet bisa dirugikan," katanya,

Seperti yang sering dikemukakan dalam berbagai kesempatan, Adhyaksa juga menegaskan bahwa pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan atlet berprestasi, diantaranya dengan pemberian bonus dan rumah senilai Rp100 juta bagi mantan atlet nasional. "Tahun ini, pemerintah siap untuk menerima sebanyak 1.000 atlet berprestasi sebagai pegawai negeri sipil," katanya menambahkan.

Kejurnas yang akan berlangsung sampai Minggu (23/3) itu mempertandingkan lima kategori umur, yaitu pra-pemula (usia dini), pemula, kadet, junior dan senior. Tuan rumah Sulsel yang merupakan juara bertahan, mengirim atlet terbanyak, yaitu 174 atlet, diikuti Papua Barat dengan 109 atlet. (Ant/OL-03)

Sumber: http://www.mediaindo.co.id/

Jumat, Maret 21, 2008

Inkado Siap Jadi Penyumbang Karateka Berprestasi

21 March 2008, 09:17 pm
JAKARTA–MI:Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Karate-do (Inkado) Yorrys Raweyai menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap untuk menjadi penyumbang karateka berprestasi untuk mewakili bangsa di berbagai turnamen internasional.
Inkado sudah memulai proses pembibitan sejak usia 12 tahun dan saat ini memiliki setidaknya 800 orang atlet dan tidak ada kekhawatiran kekurangan bibit-bibit atlet berprestasi, kata Yorrys di Kejurnas Inkado
2008 di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/3).
Kejurnas yang diikuti 1.033 karateka dari 21 daerah itu dibuka secara resmi oleh Menpora Adhyaksa Dault.
Menurut Yorrys, yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar itu, kejuaraan nasional yang mempertandingkan seluruh kelompok umur tersebut digelar secara teratur untuk melihat sejauh mana prestasi yang telah dicapai karateka dari Inkado.
Hasilnya sudah terlihat di SEA Games 2007 lalu ketika Ismail Anwar yang berasal dari Inkado berhasil meraih medali emas, kata Yorrys yang juga mantan Ketua Umum Pemuda Pancasila itu.
Selain Ismail Anwar, salah satu dari trio kata yang merebut emas di SEA Games 2007, menurut Yorrys, juga berasal dari Inkado. yaitu Faisal Zainuddin.
Sementara itu Menpora Adhyaksa Dault mengatakan, ia mengharapkan wasit karateka Indonesia memperkuat lobi di percaturan internasional agar karateka Indonesia tidak dirugikan dalam berbagai turnamen, Karateka adalah cabang olahraga yang tidak terukur sehingga sangat tergantung kepada keputusan wasit. Kalau wasit Indonesia tidak punya kemampuan lobi, maka atlet bisa dirugikan, katanya,
Seperti yang sering dikemukakan dalam berbagai kesempatan, Adhyaksa juga menegaskan bahwa pemerintah sudah mulai memperhatikan kesejahteraan atlet berprestasi, diantaranya dengan pemberian bonus dan rumah senilai Rp100 juta bagi mantan atlet nasional.
Tahun ini, pemerintah siap untuk menerima sebanyak 1.000 atlet berprestasi sebagai pegawai negeri sipil, katanya menambahkan.
Kejurnas yang akan berlangsung sampai Minggu (23/3) itu mempertandingkan lima kategori umur, yaitu pra-pemula (usia dini), pemula, kadet, junior dan senior.
Tuan rumah Sulsel yang merupakan juara bertahan, mengirim atlet terbanyak, yaitu 174 atlet, diikuti Papua Barat dengan 109 atlet. (Ant/OL-03)
Sumber: Media Indonesia Com

Kamis, Maret 06, 2008

31 Atlet Inkado Lolos Selekda

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sekitar 31 karateka lolos seleksi daerah (selekda) untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) di Jakarta, 7--9 April.
Seleksi daerah yang diadakan Pengurus Daerah Indonesia Karate-Do (Pengda Inkado) Lampung itu diikuti 86 karateka yang berasal dari empat daerah, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Utara, dan Tanggamus, Minggu (5-3), di Gedung Sesat Agung, Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR), Way Halim, Bandar Lampung.
Ketua Pengda Inkado Lampung Untung Subroto mengatakan seleksi itu merupakan upaya mencari bibit karateka yang berprestasi. "Kejurnas baru tahun ini diadakan. Tahun lalu, kami mengikuti kejuaraan wilayah Jawa-Sumatera dan masuk urutan kedua perolehan medali," ujarnya. Kejuaraan wilayah yang diadakan di Pekabaru, Riau, Juli 2005, kontingen Inkado Lampung berkekuatan 38 karateka berhasil meraih 19 medali, terdiri enam emas, dua perak, dan sebelas perunggu.
Menurut Untung, atlet yang berasal dari Inkado banyak yang menjadi karateka andalan dalam kejurnas, bahkan kejuaraan tingkat Asia Tenggara.
Sementara itu, Ketua Komisi Teknik Pengda Inkado Lampung Sugianto mengatakan dalam seleksi, Lampung akan mengikuti kelas kumite dan kata. n KIS/O-1
Sepakbola: Pengurus Persilat Skors Enam Pemain
GUNUNGSUGIH (Lampost): Pupusnya impian Persatuan Sepakbola Lampung Tengah (Persilat) menjuarai kompetisi Divisi III PSSI Lampung di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, beberapa waktu lalu, lantaran enam pemain intinya diskors pengurus.
Pada ajang itu, Persilat hanya menempati posisi runner-up di bawah Persilamtim, dari dua kali menang, satu seri, dan satu kalah.
Ketua Umum Persilat A. Sukirno, Minggu (5-3), mengatakan diskorsnya keenam pemain itu lantaran melanggar aturan yang disepakati melalui AD/ART Persilat.
Menurut dia, keenam pemain andalan Persilat tersebut meminta pengurus menyediakan Rp50 ribu untuk pemain dalam setiap pertandingan. Usulan tersebut, menurut Sukirno, tidak masuk akal jika melihat jumlah pemain Persilat yang mencapai 30 orang. Mereka dianggap tidak memahami aturan.
"Kami selaku pengurus terkejut mendengar usulan keenam pemain yang disampaikan wakil mereka, Juwares," katanya.
Padahal, kata dia, kesepakatan pemain dan pelatih kepala Sugiono sudah jelas. Para pemain hanya diberi uang transportasi dan makan.
Namun, kata dia, dengan sisa pemain yang ada, Persilat mampu menempati posisi kedua dan mengharumkan nama Lamteng. n CK-2/O-1
Kartini Cup: Pesilat Kota Metro Dulang Enam Emas
METRO (Lampost): Persilat Kota Metro berhasil melampaui target medali emas pada Kartini Cup yang digelar di Gedung BPG Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu (4-3).
Dari sepuluh kabupaten/kota yang berlaga, duta IPSI Metro mampu mendulang enam medali emas melalui kategori dewasa putri. Pada kategori itu, dari enam medali emas yang disediakan, lima pesilat Metro berhasil meraih gelar.
Keenam emas itu dipersembahkan pesilat Eka Susanti dan Marianika di kelas A, Nelentika (kelas C). Di kelas D, perolehan emas diambil Yossi, Yulia Agustina dan Siti Jainawah (E dan F).
Kota Metro berada di posisi atas perolehan medali dan berhak menjadi duta Lampung mengikuti kejurnas di Jakarta mendatang.
Selain Metro, pesilat Tanggamus juga berhasil memenuhi obsesi mereka dengan meraih empat emas. Sedangkan tuan rumah Bandar Lampung hanya berhasil mencuri dua emas.
Penelitian-Pengembangan (Litbang) dan Prestasi IPSI Kota Metro Suwandi menuturkan kemenangan itu bukan berarti sudah puas. Pasalnya, keenam pesilat itu harus lebih meningkatkan latihan untuk menghadapi kejurnas di Jakarta.
Ketua Harian IPSI Metro Sudarso mengakui keunggulan yang dicapai itu menjadi kebanggaan. Pasalnya, mempersiapkan atlet ke Kartini Cup dalam kondisi terbatas.
Banyak pesilat Metro yang yang berbobot nasional, ujarnya. Namun, belum didukung sarana dan prasarana yang memadai. n CAN/O-1
Sumber: Lampung Post

Selasa, Februari 26, 2008

Kejurnas Inkado 2008

Kejurnas Inkado 2008
Tidak kurang dari 1.500 karateka perguruan karete Inkado (Institut Karate-do) se Indonesia akan mengikuti kejuaraan nasional karate di Makasar 18-21 Maret mendatang. Mereka datang dari 30 pengurus daerah Inkado seluruh Indonesia."Beberapa dari mereka ada yang diproyeksikan menjadi atlet masa depan Indonesia untuk SEA Games 2009 dan 2011," kata Ketua Umum Inkado, Yoris T Raweyai di kantor Mennegpora, Selasa (26/2). Anggota DPR dari Partai Golkar ini menjelaskan juga, kejuaraan tersebut merupakan agenda tahunan perguruan yang dipimpinnya dan sekaligus menjadi ajang pencarian atlet berbakat yang berpotensi dimasukkan ke pelatnas jangka panjang. (Wem Fauzi)
Sumber: Suara Karya

Jumat, Februari 22, 2008

Inkado Adakan Gashuku Ujian Sabuk

:: jusuf rachman atja ::

Pengurus Cabang Inkado Luwu Timur mulai sabtu-minggu tanggal 23-24 Pebruari 2008 akan melaksanakan Gashuku sekaligus ujian naik sabuk. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Dojo Inkado Jl Timor Pontada Sorowako.

Gashuku dan ujian naik sabuk akan diikuti para karateka yang ada di Luwu Timur. Peserta ujian diperkirakan mencapai sekitar 150 orang.

Kegiatan ini adalah merupakan kalender tahunan Pengcab Inkado Luwu Timur. Oleh Amran Syam, SH Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Luwu Timur yang juga pemengang dan IV menyatakan bahwa kegiatan ini adalah tradisi dalam dunia karatedo dimana disini pula nantinya KSH akan mengevaluasi, sudah sejauhmana penerapan tehnik karate yang didapatkan para karateka di masing-masing ranting tempat latihan. Selain itu menjadi wahana untuk saling mengenal sesama para karateka yang ada dimasing-masing ranting. Selain itu momen ini juga akan dijadikan ajang seleksi untuk mencari atlet yang akan memperkuat karateka Inco Luwu Timur pada kejurnas karate bulan maret 2008 di Makassar.


Sumber: http://sorowako.net/

Selasa, Februari 13, 2007

Sulsel Menuju Lumbung Karateka

Senin, 12-02-2007
GOWA, BKM - Ketua Umum Kordinator Daerah (Korda) Indonesia Karate-Do (Inkado) Sulsel masa bakti 2007-2012, HA Muallim mengatakan bahwa Inkado merupakan organisasi karate yang besar. Karena itu organisasi ini harus dibesarkan.

Bahkan ke depan dia berjanji akan melakukan pembinaan yang maksimal, sehingga Inkado Sulsel akan melahirkan bibit-bibit karateka yang akan mengharumkan nama baik Sulsel di pentas nasional maupun internasional.
''Kita telah bertekad akan menjadikan Sulsel sebagai lumbung karateka di Indonesia,'' kata Muallim kepada wartawan usai dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Umum Korda Inkado Sulsel oleh Ketua Umum Induk Inkado Pusat, Yoris Raweyae, di Lapangan Sekolah Calon Tantama (Secata) A Rindam VII Wirabuana Malino Kabupaten Gowa, Sabtu (10/2).
Pengukuhan ini dihadiri Ketua Umum Forki Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, Ketua Dewan Guru Inkado Pusat, GA Pesik dan disaksikan oleh sedikitnya 1.700 karateka dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia.
Pada kesempatan itu HA Muallim yang juga Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel ini diberikan gelar kehormatan sabuk hitam DAN IV, bersama sembilan orang pengurus Inkado lainnya yang juga diberikan sabuk hitam DAN Kehormatan masing-masing DAN III, II dan I oleh ketua dan pengurus Dewan Guru Inkado Pusat dan Daerah.
Ketua Umum Induk Inkado Pusat, Yoris Raweyae pada pelantikan itu mengatakan, dalam perjalanan sejarah Inkado secara nasional, Sulawesi Selatan menjadi salah satu lumbung terbesar bagi Inkado. Hampir setiap even, baik internal maupun pada kejuaraan olahraga tingkat nasional dan internasional, karate merupakan pendulang emas dan penyumbang medali terbanyak.
Inkado tidak pernah ketinggalan untuk itu. (rus/mal)


Sumber: http://www.beritakotamakassar.com/

Selasa, April 11, 2006

800 Karateka Inkado Ikuti Seleksi ke Kejurnas Piala Kasad di Medan

Senin, 10 April 2006

Kapanlagi.com - Sedikitnya 800 karateka dari Perguruan Indonesia Karatedo (Inkado) selama dua hari dan berakhir, Minggu mengikuti seleksi untuk diterjukan pada Kejurnas karate Piala Kasad yang akan berlangsung di Medan, Sumut, 26-29 April mendatang.

Humas Inkado, Fauzi di Jakarta, Minggu mengemukakan, seleksi karateka Inkado untuk mengikuti Kejurnas karate Piala Kasad tersebut dilakukan dalam Kejurnas Inkado yang diikuti utusan dari 24 Koordinator daerah Inkado.

Mereka yang mengikuti Kejurnas Inkado itu mulai dari kadet, junior dan senior, namun untuk seleksi mengikuti Kejurnas karate Piala Kasad hanya karateka senior, khususnya yang berhasil sebagai juara pada kelasnya masing-masing.

Kejurnas Inkado yang berlangsung dua hari ini, kata Fauzi, dibuka Ketua Umum PB Forki, Luhut Panjaitan dan dihadiri para pengurus perguruan lainnya yang ada di Jakarta.

Hasil Kejurnas Inkado untuk kata senior perorangan putri juara yaitu Afrianti dari Sulsel, Meriyanti (Sultra), Irawati (Sulsel) dan Andi (Sutra). Sedangkan untuk kata beregu senior diraih karateka Sultra sebagai juara dan tempat kedua Sulsel dan ketiga Kaltim.

Sedangkan untuk kata senior peorangan sebagai juara Hernawan Ali (Kaltim), Gerry Luntungan (Suluit), Prasetyo (Jabar) dan Rasyid (Sultra). Sementara kata senior beregu diraih Kaltim sebagai juara, Sulsel menempati urutan kedua dan DKI Jakarta serta Sultra urutan ketiga. (*/lpk)

Sumber: http://www.kapanlagi.com/

Minggu, Agustus 28, 2005

Tim Inkado DKI CKC Langsung Melejit

Sabtu 27 Agustus 2005, Jam: 0:14:00 JAKARTA (Pos Kota) - Tim Inkado DKI CKC (Customs Karate Club) langsung melejit di hari pertama Kejuaraan Karate Yunior Piala SIWO PWI Jaya II di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (26/8).

Memperoleh 6 emas 7 perak dan 16 perunggu, Tim Inkado DKI CKC untuk sementara memimpin klasemen umum.
Sedangkan juara umum tahun lalu, Dojo 313, menguntit di tempat kedua dengan 4 emas, 5 perak dan 3 perunggu.

Medali emas untuk Inkado kemarin diperoleh dari nomor kata beregu putri usia dini/pemula, kata beregu putri kadet/yunior, kumite perorangan putri usia dini, kumite putri usia dini -30 Kg, -35 Kg dan + 35 Kg.

Sementara Dojo 313 mendulang medali emas lewat kata perorangan putri pemula, kata perorangan putri yunior, kata perorangan putra yunior, dan kata beregu putra kadet/yunior.

Sumber: http://www.poskota.co.id/