
Sabtu, Juli 18, 2009
Sabtu, Juli 11, 2009
Ketua Umum INKADO Keluhkan Fasilitas Latihan Karate

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Induk INKADO, pada konferensi pers Kejuraraan Wilayah Karate INKADO IV/2009,
“Terus terang, saya terkadang iri dengan cabang-cabang olahraga yang lain. Voli pantai, misalnya, mereka punya tempat latihan sendiri, baik di tingkat kabupaten/kota maupun nasional. Sementara karate tidak memiliki dojo nasional. Padahal, pengadaan fasilitas tempat latihan sangat penting untuk kemajuan dan peningkatan prestasi atlit karate,” tegas Yorrys.
Ketua Umum Induk INKADO, yang didampingi Ketua Dewan Guru INKADO G.A. Pesik, Ketua Korda INKADO Jawa Barat Agustinus Djoko P., dan Ketua Panitia Kejurwilbar IV/2009 Arul Nasrullah. Lebih lanjut mengatakan, sejauh ini memang beberapa cabang olahraga yang memiliki tempat latihan khusus. SelainVoli pantai, Bulutangkis, Yudo juga memiliki dojo khusus di Puncak
Yorrys mengatakan, cabang karate yang dinaungi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), belum memiliki tempat latihan khusus secara nasional. Saat kepengurusan PB. Forki dipimpin Rudini, pernah ada dojo karate di Pondok Gede, Jakarta Timur, namun sudah lama tidak berfungsi.
“Pada hal cabang Karate ini banyak menyumbang medali emas di
Yorrys menambahkan, saat ini empat atlit karate dan satu pelatih dari Inkado, bergabung di Pelatnas SEA Games XXV/2009 Laos, terdiri: Kumite Putra Ade Bagus Sutrisno – 65 Kg (Korda Inkado Kaltim), Ismail Aswar – 70 Kg (Korda Inkado Sulsel), Hendro Salim – 80 Kg (Korda Inkado Sulsel), Kumite Putri Martinel Prihastuti – 48 Kg (Korda Inkado Sumbar), dan Muhammad Gusti Pelatih Kepala Pelatnas.
Meski minim fasilitas, bukan berarti cabang karate jadi sepi aktivitas. Terbukti, Inkado terus menggelar berbagai macam pola pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit atlit karate. Salah satunya Induk Inkado akan menggelar Kejuaraan Wilayah Inkado IV/2009 Indonesia Bagian Barat, yang diikuti 14 Kordinator Daerah (Korda) Inkado terdiri: 1. Aceh, 2. Sumatera Utara, 3. Sumatera Barat, 4. Riau, 5. Kepulauan Riau, 6. Jambi, 7. Sumatera Selatan, 8. Lampung, 9. Banten, 10. DKI
Sementara itu Ketua Korda Inkado Jawa Barat Agustinus Djoko P. mengatakan, Korda Inkado Jawa Barat ditunjuk sebagai tuan rumah, merupakan hasil Musyawarah Wilayah Inkado di lampung dua tahun yang lalu. Kejuaraan karate ini merupakan agenda Pengurus Induk Inkado yang di gelar setiap dua Tahun. Di wilayah Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur. Kejurwilbar I berlangsung di Sumatera Barat (2003), Kejurwilbar II di Riau (2005), dan Kejurwilbar II di Lampung (2007). Kontingen Kodra Inkado Jawa Barat berhasil meraih juara umum di Riau dan Lampung.
“Kami berharap kembali menjadi juara umum. Apalagi, kami sudah mempersiapkan atlit dengan maksimal, dari hasil Kejurda Inkado Jawa Barat 2009,” tegas Agustinus.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Kejurwilbar IV/2009 Arul Nasrullah mengatakan, Panpel sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk suksesnya penyelenggaraan Kejuaran Wilayah Karate ini. Antara lain melaksanakan penataran wasit/juri nasional Inkado pada tanggal 20 Juli 2009 di Hotel Ori Cibinong.
Lebih lanjut Asrul mengatakan, Kejurwilbar IV/2009, akan dipertandingkan kata dan kumite, usia prapemula, pemula, kadet, junior, under 21, dan senior. Yang terdiri dari 64 nomor pertandingan yang berlangsung di GOR Padjajaran –
